Mama papa ayah bunda
Aku baik saja
Tetaplah tersenyum
Seperti aku..
Mama papa ayah bunda
Tetaplah membara
Semangat di dada
Jangan pernah sirna..
Mama papa ayah bunda
Aku baik saja
Tetaplah tersenyum
Seperti aku..
Mama papa ayah bunda
Tetaplah membara
Semangat di dada
Jangan pernah sirna..
Kelainan/ ketunaan yang dialami anak berkebutuhan khusus pasti membawa konsukensi tersendiri bagi penyandangnya, baik secara keseluruhan maupun sebagian, baik yang bersifat obektif maupun subyektif. Kondisi tersebut membawa dampak yang kurang menguntungkan baik secara psikologis maupun psikososialnya.
“O,
ternyata guru SLB juga bisa komputer ya?”, begitu celetukan salah seorang rekan
guru sekolah umum beberapa tahun silam ketika kami sama-sama mengikuti sebuah
kegiatan training dimana salah satu materinya tentang pembelajaran digital,
yang mengharuskan kami praktek mandiri.
Meski tidak siap dengan pernyataan seperti itu, namun dari sanalah akhirnya nampak bahwa ternyata tidak sekedar anak berkebutuhan khusus saja yang masih dianggap “berbeda” tetapi sekaligus guru pendampingnya.
Anak adalah amanah dari Allah SWT yang diimpikan semua keluarga. Namun, kadangkala amanah tersebut secara fisik berbeda dengan anak pada umumnya. Mereka memiliki berbagai macam keterbatasan yang membutuhkan strategi tertentu untuk “menaklukkannya”. Namun, masih saja ada yang menganggap Anak Berkebutuhan Khusus sebagai kelompok marginal yang dipandang sebelah mata.
Mama papa ayah bunda Aku baik saja Tetaplah tersenyum Seperti aku.. Mama papa ayah bunda Tetaplah membara Semangat di dada Jangan pernah sir...